Travel Photography: Mount Bromo

DSC_6828 a - bromo 2

Ini opini saya pribadi, kalau kita hobby adventure, jalan-jalan, backpacking, ranseling, atau kopering (..halah…) wajib hukumnya untuk mengabadikan apa yang sudah kita kunjungi, kita lihat dan kita saksikan dengan gear yang reliable, nah, untuk keperluan ini rugi rasanya kalau sudah jauh-jauh tapi alat yang kita gunakan untuk merekam keadaan cuma seadanya atau dengan kualitas hasil gambar yang mengenaskan. Beruntung kita ada diera digital, banyak alat perekam gambar yang simple, mungil, dan praktis namun punya daya rekam yang OK, seperti smartphone dengan kamera 8 MP, kamara pocket yang mampu merekam hingga 24 – 20 MP, namun lebih mantep lagi pake DSLR.

 

Untuk keperluan pengambilan foto terhadap kecantikan alam, budaya setempat, atau keanggunan diri sendiri alias narsis (halah) perlu bawa beberapa alat bantu agar hasil memuaskan. Untuk kecantikan alam sebaiknya perlengkapi diri dengan Lensa sudut pandang lebar (wide), karena akan dapat merekam kecantikan alam selebar-lebarnya, kemudian filter lensa, filter wajib untuk foto pemandangan adalah filter CPL, UV, Gradasi ND, dan untuk mempercantik dan mendramatisir suasana bisa juga bawa filter infra red atau filter warna, lalu tripod, agar supaya kamera tidak goyang ketika mengambil foto di kondisi minim cahaya seperti saat fajar atau saat matahari terbenam.

DSC_6777 a - bromo 3

 

Kemudian untuk menangkap keunikan budaya setempat ada baiknya punya lensa all around, artinya lensa yang agak wide bisa, agak tele juga bisa, misalnya lensa dengan rentang 18-55mm, atau 18-105, atau 18-200, atau 24-70mm, banyak pilihan.  Tapi sebaiknya yang bukaan atau diafragma lebar (f kecil), kenapa? karena bisa gunakan disiang hari saat cahaya melimpah, juga enak digunakan malam hari saat cahaya sangat sedikit. Contohnya Tamron 17-50 mm f2,8, ini lensa all around murah meriah yang om ken rockwell dan beberapa website lens review juga merekomendasikannya…

Dan untuk menangkap keanggunan diri (jreng.. jreng.. jreng…), wajib bawa tripod, kalo yang bawa kamera pocket atau smartphone bisa gunakan tongkat ajaib atau tongjib, tongkat narsis atau tongsis……… atau kalo gak malu bisa minta tolong orang lewat dekat-dekat situ… :).

Photo saya yang paling atas itu pake tripod plus setting timer, nah yang paling bawah itu minta tolong si tukang kuda.. wah jago juga dia ambil angle nya… :),  kalo yang ditengah minta difotoin keponakan… Semua foto dari kamera Nikon D90, Tamron 17-50 2,8. f8, ISO200, 1/250s, filter CPL + UV.

Semoga menginspirasi

Salam,

Heru ‘Topia’ Arianto

Advertisements

Leave Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s