Model Photography: Maria

Maria

Kali ini saya ingin share pengalaman belajar saya untuk photography model dengan settingan studio, Foto-foto ini adalah hasil mengikuti sesi seminar photography di Nikon Team Mangga Dua yang di tutori olah Om Pinky Mirror, tema yang diangkat adalah Creative Lighting System. Model dan settingan studio provide by Nikon Team Mangga Dua.

Lighting menggunakan 3 buah SB800 masing-masing diatas light stand, yang dua dipasangi soft box yang satu bare naked flash. Koneksi ke Flash tidak menggunakan kabel tapi memaksimalkan fungsi wireless (mata kucing) pada lampu flash dan comander pada body kamera nikon D90.

Untuk lebih jelas, di Nikon D90 ada settingan CUSTOM SETTING MENU, pilih Bracketing Flash, lalu pilih Flash cntrl for built in flash, ada 4 pilihan disana karena disini kita ingin men-trigger lampu flash dengan perintah atau comand dari Nikon D90 melalui feature infra red built in yang ada di body kamera, maka pilih ‘Commaner mode’,  disini ada 4 settingan yang harus diisi yaitu settingan Built in Flash, GROUP A, GROUP B,  lalu CHANNEL.

Settingan yang saya gunakan adalah:

Built in Flash : — (artinya flash built in hanya menyala untuk mentrigger mata kucing yang ada di lampu flash, tapi cahaya tidak ada efeknya ke lighting terhadap model),

GROUP A: M, 1/16, artinya dengan memilih M berarti kita memilih kekuatan lampu dengan settingan Manual, settingan yg saya gunakan adalah 1/16, artinya kekuatan lampu flash saya set di 1/16 dari kekuatan full (kekuatan full= 1/1, satu stop dibawahnya adalah 1/2, lalu 1/4, lalu 1/8, lalu 1/16 dst). kemudian semua lampu flash dikelompokkan menjadi satu group dan di letakkan di group A, biasanya satu group untuk menyalakan lampu flash dengan power yang sama,

GROUP B: –, artinya lampu flash tidak ada yang diletakkan di group b, atau tidak ada lampu flash yang menyala dengan power yang berbeda, lihat diatas, power flash sama besar sehingga cukup dikelompokkan menjadi 1 group, yaitu group A. kita bisa saja meletakkannya di group b.

Channel: 1 CH, artinya saluran yang kita gunakan untuk menyalakan lampu flash adalah channel 1. ini sangat berguna seandainya ada banyak fotographer disana menggunakan feature infra red untuk menyalakan lampu flash, channel yang berbeda akan membuat si photographer hanya menyalakan lampu flash yang sesuai dengan channel yang di tentukan.

pada sesi tersebut saya beberapa kali melakukan perubahan settingan sesuai dengan kebutuhan.

Ketarngan Foto: Foto paling atas menggunakan 3 flash SB800, satu flash dengan softbox sebelah kanan depan model dan satu flash di sebelah kiri model menggunakan soft box, dibelakang flash tanpa difuser, Nikon D90 Tamron 17-50mm, 50mm, f6,3, 1/125 s, ISO 200.

Sementara Foto atas samping kanan menggunakan 3 buah flash SB800, 2 buah flash tanpa softbox diletakkan di sebelah kanan dan kiri model, 1 flash dengan soft box di depan agak ke kiri model. Nikon D90, Tamron 17-50mm, 46mm, f6,3, 1/125s, ISO 200

Foto yang paling bawah ini menggunakan 2 buah flash: flash tanpa difuser dari sebelah kiri, flash dengan softbox dari sebelah kanan model, Nikon D90, Tamron 17-50mm, 46mm, f6,3, 1/125 s, ISO 200.

Maria 2

Semoga Menginspirasi, Selamat Mencoba

Salam,

Heru ‘Topia’ Arianto

Advertisements

Leave Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s