Pre Wedding – Post Wedding

Post Wedding by Heru Topia

Buat yang mau menikah sering salah satu masalah yang menjadi “biang keributan”      adalah foto pre-wedding,  ada yang memandangnya sebagai sesuatu yang tidak perlu karna akan menambah biaya persiapan resepsi perikahan, ada yang berpegang teguh pada prinsip agama yang tidak membolehkan pasangan yang belum muhrim pegang pegangan, peluk-pelukan apalagi berpose cium-ciuman… namun tidak sedikit yang menganggap sessi foto pre-wedding adalah suatu keharusan dan merupakan bagian suatu prosesi pernikahan yang akan mereka alami sekali seumur hidup…

Anda yang hobby fotografi, hal ini menurut saya akan tidak terlalu menjadi bermasalah… asalkan Anda tentunya mau berkompromi dengan hasil karya Anda sendiri… contohnya  foto saya diatas itu..  Ketika kami menikah, kami tidak melakukan sesi pre-wedding…. nah di usia pernikahan 1 tahun, Saya bersama Istri yang kebetulan lagi hamil anak pertama, iseng  bikin sessi foto…. jadi yaaaa.. ini itung  itung penggantinya lah.. kita sebut pre post wedding… 🙂 

Untuk sessi foto pre-wedding ini, Siapkan Kamera, agar lebih mantap hasilnya gunakan DSLR, atau kamere pocket kelas Prosumer juga sudah bagus hasilnya, lalu Tripod,  dan terakhir Wireless  trigger untuk melakukan shutter release dari jarak jauh… Buat Anda yang belum punya wireless trigger, untuk mengakalinya mungkin bisa menggunakan mode timer dikamera.. yaa resikonya harus bolak balik ke kamera untuk pencet tombol shutter…  bilah sudah siap tinggal cari spot yang bagus deh buat foto-foto…

Post Wedding 3Saran dari saya, kalo memang hasil foto serius mau dipake buat Pre-wedding dan mau dipajang disaat resepsi nanti,  ya harus dipikirkan konsepnya…. gak perlu yang ‘cetar’ gimana gitu…. melihat hasil karya fotografer terkenal, foto yang sederhana pun bisa menjadi sangat menarik…….. Tapi ada baiknya dipikirkan mengenai konsep foto pre-wedding itu sendiri, dari mulai baju, tempat pengambilan foto, pose, ataupun wardrobe pendukung lain bila perlu…. biasanya pre-wedding menceritakan bagaimana pasangan itu dulu, dari mulai sekolah atau kuliah, kenalan, pacaran dan bisa juga menggambarkan background pekerjaan si pasangan…

Tidak perlu terlalu terpaku aturan main… bebas saja.. toh menurut saya pre-wedding itu ingin mengcapture kegembiraan dan kemesraan pasangan…. natural saja

Selamat mencoba

Heru ‘Topia’ Arianto

Advertisements

Leave Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s