Oleh: herutopia | 04/06/2009

Menanti biker junior (bagian 2)

lanjutan dari tulisan sebelumnya

Berbagai usaha untuk hamil yg kami tempuh merupakan masukan dari banyak pihak, dari orang tua, saudara, sahabat, teman, dokter, orang yg punya kelebihan spiritual dan juga saran dari mereka yg juga punya pengalaman baru dikaruniai momongan setelah 5, 6 atau bahkan 8 tahun atau lebih di usia pernikahan mereka (semoga Allah memberikan balasan yang berlipat ganda atas saran dan nasehatnya kepada kami).

Dari sekian banyak nasehat dan anjuran yang kami terima, pada dasarnya terbagi dalam 3 hal: Pengobatan secara alternatif, secara Spiritual/keagamaan, dan pengobatan secara medis. ketiga cara tersebut kami jalani satu persatu, sambil jalan, dari tahun 2005 sampai akhir tahun 2008, kami terus berusaha, selalu berdoa dan minta didoakan.


Dibawah ini adalah usaha-usaha yg pernah kami lakukan, dan kami sendiri tidak tahu usaha kami yang mana sebetulnya yang akhirnya membuat kami berhasil krn gw yakin hal ini adalah satu kesinambungan (nanti bakal gw ceritain happy endingnya di bagian 4 dari rangkaian tulisan ini), perlu diingat bahwa sebaiknya kita melakukan kewajiban kita, yaitu berusaha, dan jangan terlalu pedulikan akan hasilnya, karena entah dari cara apa ataupun pengobatan seperti apa sehingga kita akan berhasil dan dikaruniai seorang anak, daripada pasrah dan tidak berusaha sama sekali, usaha yang kita lakukan memang belum tentu berhasil, tapi yakinlah bahwa Allah tidak tidur, dan Allah tahu apa yg terbaik buat hambanya, yakinlah bahwa Allah tidak akan merubah nasib seseorang bila orang tersebut tidak berusaha untuk merubah nasibnya sendiri.

Usaha secara alternatif,

Usaha pengobatan alternatif adalah saran paling banyak yg kami terima dari orang-orang sekitar kami (sekali lagi, semoga Allah membalas kebaikan mereka semua), diantaranya adalah:

Mengkonsumsi habbatussauda, sebuah ramuan tradisional yg komposisinya terbuat dari Nigella sativa, orang juga sering menyebutnya sebagai jintan hitam, kalo mau tahu manfaatnya lihat disini kata orang-orang nabi sendiri pernah berpesan untuk rajin mengkonsumi habatussauda karena khasiatnya dapat mengobati semua penyakit kecuali kematian. konsumsi habatus sauda ini pernah kami lakukan rutin tiap hari selama beberapa bulan. Efek yang kami rasakan adalah, stamina cukup terjaga.

Mengkonsumsi Purwaceng, ramuan akar-akaran (seperti ginseng) khas daerah jawa tengah (gw lupa, pemalang, dieng atau purworejo yah??). Kalau mau tahu khasiatnya lihat di sini, di sono atau disana. Purwaceng ini adalah saran dari tetangga gw (Semoga Allah memberikan pahala yang berlipat atas kebaikannya) karena ternyata ada tetangga kami yg lain satu komplek yg ternyata berhasil hamil setelah mengkonsumi purwaceng rutin beberapa lama. Informasi dari tetanggaku, purwaceng banyak dipasarkan dalam bentuk akar kering, serbuk atau bahkan dikemas dalam bentuk serbuk, dengan rasa susu atau kopi, tinggal pilih. Kami memilih purwaceng serbuk dengan rasa susu dan rasa kopi. Orang sononya banyak berseloroh kalau purwaceng ini adalah viagra jawa. Mungkin ada benernya, krn ketika gw rajin minum purwaceng, kok ya jantung gw serasa deg-degan terus, kepala agak pusing dan gw juga jadi gampang h*rny :) (catet: gw blm pernah minum viagra, jadi gak tau rasanya, mungkin kaya gitu kali, hehehehe…). konsumsi purwaceng ini pun pernah kami lakukan rutin selama beberapa bulan.

Terapi madu, Bro & sist yg muslim pasti tahu bahwa kata nabi, obat dari segala obat adalah madu. Coba kalian dateng ke tempat penjualan madu pramuka di cibubur jakarta timur, disitu ada banyak ragam jenis madu. Madu yang kami konsumsi adalah madu super (dulu Rp. 65.000 per botol) yg mengandung ginseng dan royal jelly, yang salah satu manfaatnya adalah untuk meningkatkan kesuburan. konsumsi madu ini juga kami jalani selama beberapa bulan.

Korma muda dan biji hitam sebesar buah pinang dengan kulit keras (kami gak tau namanya), oleh-oleh dari bibi yg menunaikan ibadah haji pada tahun 2008 (semoga Allah memberikan pahala yang berlipat atas kebaikannya). Bibi membeli korma muda tersebut di sebuah toko oleh-oleh di tanah suci, dan menurut penjualnya yg juga bisa bahasa indonesia, ramuan tersebut berkhasiat khusus untuk menyuburkan kandungan dan memang diperuntukan untuk orang yg pengen punya anak, sementara biji hitam yg kami tidak tahu namanya dibeli dari pedagang asli setempat, di kaki lima (digelar), dimana orang tersebut hanya menjual biji tersebut. berdasarkan cerita bibi, sangat lucu kejadiannya karena dalam proses tawar menawar tersebut bibi dan pedagang tadi menggunakan bahasa isyarat, yang akhirnya disimpulkan biji tersebut berkhasiat untuk membuat orang hamil (tangan sipedagang memberikan peragaan “berhubungan intim” diikuti dengan membuat bulatan kearah depan didepan perutnya… hehehehe). Korma muda sudah berbentuk serbuk putih dan dikemas dalam botol gelas kecil setinggi 6 cm (seperti botol balsem yg gelas itu loh), cara mengkonsumsinya adalah diseduh dgn air hangat. Sedangkan biji hitam yg kami tidak tahu namanya itu di pecah dan direndam di air, gw inget betul air rendaman tersebut gw campur madu super dan bisa dapet 3 botol limun. Terapi minuman korma muda dan air rendaman biji tersebut kami minum selama beberapa minggu sampai akhirnya habis.

Terapi buah mahkota dewa, terapi ini adalah juga atas saran tetangga gw yg lain (Semoga Allah melimpahkan pahala yg berlipat atas kebaikannya). Banyak di jual dibeberapa tempat, berupa irisan buah mahkota dewa yg dikeringkan. air rendamannya kita minum, agak pahit rasanya. konsumsi mahkota dewa inipun pernah kami jalani selama beberapa bulan. Efek yang kami rasakan adalah stamina terjaga.

Pijat atau Urut, ini juga adalah saran yang paling banyak disampaikan ke kami. Beberapa tukang urutpun kami datangi dengan berdasarkan rekomendasi mereka-mereka yg merasa berhasil setelah diurut orang tersebut. Tukang urut pertama adalah mertua dari teman satu kantor istri gw, Tukang urut kedua adalah ibu Murni yaitu tukang urut desa sebelah komplek yg biasa menolong persalinan, ngurut bumil maupun bayi, Tukang urut ketiga adalah seorang wanita tua renta, betawi tulen, yang usianya hampir 100 tahun didaerah Manggarai, istri baru urut 2 kali dan dapet kabar kalau beliau telah meninggal 1 bulan setelahnya (semoga Allah memasukan beliau ke surga Nya, amin), Tukang urut ke 4 adalah ibu Simarmata di Perumahan Permata Cimahi Bandung, Beliau adalah rekomendasi seorang teman yang waktu gadis pernah menjalani operasi cysta ovary dan dokter yg mengoperasi menyatakan bahwa kesempatan hamil teman saya ini cuma 10 persen, namun alhamdulilllah sekarang ini sudah punya 2 orang anak dimana menurut dia, kehamilan anak pertama dan anak kedua adalah setelah diurut oleh ibu simarmata. Dan memang bagi kami sendiri, diantara 4 tukang urut tersebut yang menunjukan tanda-tanda kearah sana (walaupun akhirnya ternyata belum berhasil) adalah Ibu simarmata. kami berdua berangkat dari depok ke bandung pas istri selesai haid, di sana di urut dan diterapi dgn ramuan (ramuan medan katanya :) …) dan kami dianjurkan utk kembali lagi ke bandung 2 minggu kemudian untuk di urut tahap 2, karena jadwal kerja gak memungkinkan akhirnya kami tidak bisa datang kesana diwaktu yang diminta, dan ternyata… akhir bulan istri telat menstruasi, kami sempat girang bukan kepalang, namun akhirnya harus kecewa karena keluar lagi namun dengan darah menstruasi yg tidak biasa (menggumpal-gumpal). gw sama istri menyesal kenapa gak datang lagi kesana. akhirnya bulan berikutnya kami datang lagi kesana dan juga 2 minggu setelahnya… namun ternyata beluma ada tanda-tanda berhasil…

Usaha secara spiritual

Hanya sedikit yang bisa gw ceritain, sebagai seorang muslim, usaha secara spiritual yg kami jalani yaitu dengan tetap beribadah (sholat, dsb) seperti biasa, dengan dibarengi dengan berdoa, minta doa dan restu dari orang tua, minta didoakan oleh orang-orang alim dan ustad. Sedangkan amalan yg betul-betul kami jalani dan khusus ditujukan untuk memohon dikaruniai anak adalah pd pertengahan tahun 2008 yaitu gw dan boncenger berpuasa 7 hari lamanya disertai amalan dzikir asmaul husna setiap ba’da sholat, dan juga dibacakan pada air putih yg digunakan istri untuk berbuka puasa dan amalan bacaan sebelum “beribadah”. Amalan ini kami jalani berdasarkan buku yang kami beli di Gramedia tentang Dzikir Asmaul Husna. Saya lupa judul bukunya karena saat ini sedang dipinjam oleh teman dari istri yg kebetulan juga sudah 8 tahun belum dikaruniai momongan.

Ada satu lagi, berhubungan dengan masalah spiritual, boncenger juga beberapa kali minta informasi ataupun pandangan dari teman, ataupun kenalan (Semoga Allah membalas budi baik mereka dgn berlipat ganda) yg kebetulan dianugrahi kelebihan dalam melihat apa yang tidak bisa kita lihat secara kasat mata. Bukannya berniat syirik, namun kami berdua yakin bahwa Allah memberikan kemampuan kepada mereka tentu dengan suatu maksud, apalagi kalo bukan menolong sesama. Ada beberapa saran dan pandangan mereka yg disampaikan kepada kami, hingga suatu waktu, pada saat satu bulan sebelum akhirnya kami berdua memutuskan melakukan tindakan intervensi medis (yg akan saya ceritakan dibagian 4), gw diminta untuk membersihkan dan memindahkan semua benda dibawah tempat tidur, membersihkan dan mengepel semua lantai rumah dengan air cucian beras dan menaburkan garam di halaman depan dan belakang rumah ketika menjelang maghrib, karena menurut istri, temannya itu merasakan sesuatu di rumah yg kami huni. Itu semua gw jalanin dengan hati ikhlas tanpa ada pikiran apa-apa, cuma dengan satu pengharapan, mungkin ini adalah salah satu ikhtiar yg harus gw jalanin. dan percaya atau tidak, anjuran teman istri ini bisa jadi salah satu pendukung berhasilnya tindakan intervensi medis yang nanti akan gw ceritain dibagian 4.

Tentu saja, cara alternatif dan spiritual tersebut diatas kami jalani dengan dibarengi dengan usaha secara medis. Tulisan berikutnya adalah ikhtiar yg gw jalanin bersama istri secara medis.

Bersambung……….


Tanggapan

  1. semangat yaa.. pasti bisa mas..
    salam kenal… :D


    thanks bro……..
    makasih dah mampir, salam kenal juga…..
    tetap semangat ! :)


Beri tanggapan

Your response:

Kategori