Oleh: herutopia | 05/10/2008

Banyak Biker Masuk Sorga

Sore itu senja yang temaram, pemandangan yang luar biasa sangat indah, belum pernah terlihat maupun terasakan sama sekali di dunia, bahkan terbayang pun tidak. Ternyata memang ini adalah yang dijanjikan oleh Allah terhadap hambanya dulu, diberi kenikmatan yang tiada terkira.

Di sudut jalan, sekilas gw melihat ada seorang pemuda yang lumayan tampan, berbadan cukup tinggi dan besar dengan jenggot tipisnya. wajah pemuda itu sangat cerah. sekilas mirip artis yg dulu pernah dikenal di dunia sana, Surya Saputra, satu hal yang menarik perhatian adalah karena pemuda itu mengenakan rompi turing. ketika dia masih membelakangi gw tadi, sekilas dulu rasanya gw juga pernah melihat logo itu di punggung rompi, cuma lupa dimana, logo bertulisan TC125 besar, dengan latar belakang tulisan besar-besar Thunder 125 Community Indonesia.

ketika akhirnya kami saling mendekat, sekilas gw lihat di rompi bagian dada sebelah kiri terpampang logo chapter depok, dan sebelah kanannya tertulis NRA 1110. Gw langsung bisa menebak, pasti nomor keanggotaan pemuda itu.

Entah bagaimana memulainya, akhirnya kami terlibat suatu percakapan yang cukup mengasyikan. Dia bercerita bagaimana dia sampai disini.

Dia menceritakan bahwa banyak cara untuk bisa sampai disini, “salah satunya adalah dengan menjunjung tinggi silaturahmi dan persaudaraan”, dia menyebutnya sebagai brotherhood. kebetulan dia waktu didunia adalah karyawan kelas menengah, mobil tidak punya, namun tidak harus naik angkutan umum ketika bekerja, sehari-hari selalu diatas sadel motornya. hingga akhirnya dia tergabung di tali persaudaraan antar pecinta motor tander. orang menyebutnya sebagai biker.

Dia bercerita bahwa “Wujud tali silaturahmi yang dituangkan dalam bentuk apapun, salah satunya dalam bentuk wadah komunitas, sangat-sangat mengakomodasi konsep brotherhood ini. dan nilai-nilai yang dijunjung tinggi suatu persaudaraan inipun ternyata memberikan manfaat kepada orang lain disekitarnya”.

Dia menyebutkan salah satu contoh, “biker itu harus memperlengkapi diri dengan safety gear yang cukup, sehingga ketika terjadi musibah, jatuh dari motor misalnya, terhindar dari cacat yang fatal, dimana kalau direnungkan lagi, tentu saja nantinya tidak membebani diri dan anggota keluarga lain ketika tubuh kita yang cacat ini perlu pengobatan yang memerlukan biaya lumayan mahal, maupun perlu perhatian extra dari saudara yang lain”.

“Motorpun harus dipersiapkan dalam kondisi prima, lampu sen yang berfungsi baik akan menolong saudara lain mengetahui kemana dia akan berbelok. rem yang mampu meredam laju motor akan membuat kita terhindar dari peristiwa yang tidak diinginkan. knalpot yang tidak membuat bising dan tidak mengeluarkan asap akan menentramkan hati saudara-saudara yang lain juga menyelamatkan dunia dan manusia lain dari bahaya karbon monoksida dan menipisnya ozon. lampu depan yang terang akan membuat kita mengemudikan motor dengan sempurna di kondisi yang gelap”.

“Gak cuma itu, kelakuan berkendara pun ikut andil dalam memberikan ketenangan dan kemananan dijalan bagi diri dan sesama saudara pemakai jalan. dikomunitas motor diajarkan, dan tentunya juga ini berangkat dari kesadaran diri, bahwa safety driving atau berkendara dengan mengutamakan keselamatan adalah salah satu wujud sikap santun dijalan raya, dimana sikap santun ini sangat dianjurkan oleh orang-orang alim pendahulu kita. Hormati pemakai jalan yang lain!”

“Ketika berkendara sendirian, berjalanlah dengan kecepatan yang wajar. mendahului orang lain dengan sopan tanpa mengagetkan, berilah tanda yang cukup menyejukkan, bukan dengan mengeluarkan suara terompet yang bising, berilah jalan ketika ada yang ingin mendahului, berilah kesempatan saudara yang lain bila ingin menyeberang. jangan memotong lintasan jalan saudara yang lain. kurangi kecepatan atau berhentilah ditempat yang memang sudah dijadikan kesepakatan untuk berhenti”.

“Ketika berkendara dalam kelompok, selalu kedepankan kepentingan saudara kita yang lain sesama pemakai jalan. tidak arogan, tidak merasa berkuasa dan merasa sebagai pemilik jalan. beri kesempatan buat saudara yang lain untuk mendahului. tidak menghalangi jalan. tidak mengeluarkan bunyi-bunyian yang mengganggu ketentraman”.

“ketika kita melihat saudara kita yang lain mengalami kesulitan di jalan, entah itu saudara satu komunitas atau tidak, entah itu saudara dengan kesamaan motor atau tidak, dengan nurani persaudaraan, akan berhenti untuk mengetahui pertolongan apa yang sekiranya bisa diberikan. dari sekedar memberikan saran, meminjamkan konci pas, memberikan busi ataupun kabel gas, membantu stut motor atau bahkan mengantarnya ke bengkel terdekat”.

Dengan semangat dia melanjutkan ceritanya, “tidak hanya itu saja, dalam keseharian dia sudah menciptakan ketentraman dijalan, ternyata dari agenda kegiatannya pun memberikan nilai tambah untuk memberikan manfaat bagi saudara yang lain yang bukan biker”.

dia menyebutkan bahwa “Diantara kegiatan itu, yang diagendakan dalam suatu tema bakti sosial, banyak kegiatan yang memang ditujukan untuk memberi kepada sesama. Agenda tanam sejuta pohon misalnya, hal ini akan memberikan kesempatan buat anak cucu kita untuk menikmati lapisan ozon yang utuh dan menjauhkan dari kemungkinan banjir. Agenda taman bacaan gratis, memberikan buku bekas yang masih bisa dibaca saudara yang lain. Agenda sumbangan korban kebakaran ataupun kebanjiran, memberikan nasi bungkus buat penghilang lapar saudara kita yang tertimpa musibah, memberikan pakaian layak pakai. Agenda family gathering di pantai asuhan, acara mempererat tali persaudaraan sesama biker juga untuk menyantuni anak-anak yatim”.

“Terus… Ketika ramadhan tiba, ada agenda buka bersama, yang akan mempererat tali persaudaraan dan biasanya selalu diikuti sholat maghrib berjamaah. Agenda sahur on the road, yang membagikan nasi bungkus buat saudara kita dijalan….”

ketika asyik mendengar cerita pemuda itu, tiba-tiba gw terkaget dengan suara bising… seperti klakson kapal tanker…. seketika itu juga sontak gw terbangun dan tersadar… sial, ternyata gw tertidur di tempat kopdar dan temennya yang emang rese-rese iseng membunyikan klakson nautilus di deket kuping… ditengah keterkagetan dan setengah sadar, gw termenung dengan apa yang baru saja di impikan….. hmmm bener juga tuh orang… gak dimana-dimana kalo kita baek, hati kita bersih, apapun bisa dijadikan ajang berbuat amal kebajikan…. gak heran kalo nanti disurga banyak dipenuhi “biker” kayak gitu….


Tanggapan

  1. see hellow to all bRother TC Indonesia

    salam manis selalu juga…..
    keep up brotherhood !

  2. yep betul, apapun club atau komunitas nya, bikers tetaplah bikers, perlu kita dukung, bila kesulitan kita tolong, klo nakal kita todong.he…he…
    blog khusus anak TC nih kayanya

    jarang-jarang bikers nulis blog
    salam bikers bro…
    HMPC Chapter Bekasi
    5-077

    http://www.tawvic.co.cc

    setujjuhh….. hehehe…. makasih dah mampir dan nyempetin kasih komen bro,
    kebetulana aja gw punya thunder jadi ikutan TC, coba kalo gw punya Megapro ataw Tiger
    mungkin gw dah ikut HMPC ataw HTML hehehehe…


Beri tanggapan

Your response:

Kategori